Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Pertandingan antara Lazio dan Inter Milan tidak hanya menjadi sorotan karena nilai kompetitifnya, tetapi juga karena hubungan akrab yang terjalin di antara para ultras kedua klub. Sejak beberapa tahun terakhir, kelompok suporter berwarna biru‑hitam dari Roma dan kelompok suporter nerazzurri dari Milan mulai menunjukkan sikap solidaritas yang jarang terlihat dalam rivalitas sepak bola Italia.
Awal mula persahabatan ini dapat ditelusuri kembali pada tahun 2018, ketika kedua kelompok bersatu dalam aksi solidaritas menentang tindakan rasisme di stadion. Mereka bersama‑sama menggelar kampanye “No to Racism” dengan memajang spanduk serupa di Stadio Olimpico dan San Siro, menandai titik awal pertukaran simbolik antar‑ultras.
Sejak saat itu, interaksi antar‑kelompok menjadi semakin rutin. Berikut beberapa momen penting yang menandai perkembangan hubungan mereka:
- 2019: Pertukaran bendera kecil di area fan zone sebelum laga Serie A, simbol persahabatan dan saling menghormati.
- 2021: Kedatangan delegasi ultras Lazio ke Milan untuk menyaksikan pertandingan Serie A melawan Juventus, di mana mereka diundang oleh kelompok nerazzurri untuk menikmati makanan khas Milan.
- 2023: Kolaborasi dalam proyek mural di kawasan Trastevere, Roma, yang menampilkan logo kedua klub sebagai bentuk penghargaan budaya.
Momentum terbaru tercermin pada final Coppa Italia 2025/2026 yang digelar pada 14 Mei 2026. Kedua klub bertemu di San Siro, dan suasana di antara suporter sangat berbeda dibandingkan dengan laga‑laga konvensional. Para ultras Lazio menyiapkan banner berwarna biru‑hitam dengan tulisan “Amicizia oltre la rivalità”, sementara ultras Inter menampilkan seragam khusus berlogo hati berwarna merah‑coklat yang melambangkan persahabatan.
Selama pertandingan, tidak ada insiden kekerasan yang signifikan; sebaliknya, kedua kelompok saling memberi selamat setelah gol masing‑masing, menunjukkan rasa hormat yang kuat. Kejadian ini mendapat sorotan media nasional sebagai contoh positif dalam dunia sepak bola yang biasanya dipenuhi persaingan sengit.
Persahabatan ini juga berdampak pada inisiatif sosial. Kedua kelompok bersama‑sama mengorganisir penggalangan dana untuk korban banjir di wilayah Veneto pada akhir 2025, serta mengadakan program pelatihan sepak bola bagi anak‑anak kurang mampu di Roma dan Milan.
Ke depan, ultras Lazio dan Inter berencana memperluas jaringan persahabatan ke klub‑klub lain di Eropa, dengan menargetkan kolaborasi bersama supporters Barcelona dan Paris Saint‑Germain. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pesan persatuan antar‑suporter lintas negara.
Dengan menekankan nilai kebersamaan di atas rivalitas, kisah mesra antara ultras Lazio dan Inter Milan menjadi contoh inspiratif bagi dunia sepak bola, mengingatkan bahwa semangat sportivitas dapat melampaui batas geografis dan budaya.