Setapak Langkah – 02 April 2026 | Kementerian Keuangan menegaskan bahwa fondasi ketahanan ekonomi Indonesia tetap kuat meski sektor manufaktur menunjukkan tanda-tanda ekspansi yang signifikan. Hal ini didasarkan pada data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur bulan Maret yang tercatat 50,1, menandakan pertumbuhan di atas level netral 50.
Angka PMI tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas produksi, pesanan baru, dan penyerapan tenaga kerja di pabrik-pabrik. Peningkatan ini didukung oleh kebijakan fiskal yang konsisten serta upaya pemerintah dalam memperkuat rantai pasokan domestik.
| Indikator | Nilai Maret 2024 |
|---|---|
| PMI Manufaktur | 50,1 |
| Target Pertumbuhan GDP | 5,2% (tahun 2024) |
Selain PMI, Kemenkeu mencatat bahwa defisit anggaran tetap terkendali dan cadangan devisa berada pada level yang memadai, menambah keyakinan investor terhadap stabilitas makroekonomi.
Menanggapi data tersebut, Menteri Keuangan menekankan pentingnya memperkuat sektor manufaktur melalui insentif pajak, peningkatan infrastruktur, serta dukungan pembiayaan bagi usaha kecil menengah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat peralihan dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis nilai tambah.
Dengan fondasi yang kuat dan kebijakan yang tepat, Kemenkeu optimis Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.