Setapak Langkah – 11 April 2026 | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diimplementasikan di Kota Bandar Lampung. Menurut data internal, kebijakan ini tidak mengganggu kualitas pelayanan publik dan bahkan meningkatkan efisiensi kerja aparatur.
Sejak penerapan WFA pada kuartal pertama 2024, sejumlah indikator kinerja menunjukkan perbaikan. Berikut beberapa poin penting yang diungkapkan oleh pejabat Kemendagri:
- Rata-rata waktu respons layanan publik berkurang dari 48 jam menjadi 36 jam.
- Indeks kepuasan masyarakat naik dari 78 menjadi 84 poin.
- Penggunaan aplikasi digital internal meningkat sebesar 27%.
Untuk menilai dampak kebijakan, tim monitoring menyiapkan tabel perbandingan kinerja sebelum dan sesudah WFA:
| Indikator | Sebelum WFA | Sesudah WFA |
|---|---|---|
| Waktu Respons (jam) | 48 | 36 |
| Kepuasan Publik (poin) | 78 | 84 |
| Penggunaan Aplikasi Digital (%) | 58 | 85 |
Pejabat Kemendagri menekankan bahwa fleksibilitas tempat kerja tidak berarti mengurangi kedisiplinan. Sebaliknya, dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai, aparatur dapat melaksanakan tugas secara efektif dari mana saja.
Langkah-langkah yang diambil untuk menjamin pelayanan optimal meliputi:
- Peningkatan jaringan internet di kantor-kantor daerah.
- Penyediaan perangkat lunak kolaborasi yang aman.
- Pelatihan rutin tentang manajemen waktu dan etika kerja jarak jauh.
- Monitoring berkala melalui dashboard kinerja real‑time.
Keberhasilan WFA di Bandar Lampung dijadikan contoh bagi daerah lain. Kemendagri berkomitmen untuk memperluas penerapan model kerja fleksibel ini, selagi tetap menjaga standar pelayanan publik yang tinggi.