Setapak Langkah – 09 Agustus 2026 | Menurut laporan Antara, kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus meluas hingga Minggu, 9 Agustus 2024. Selama tiga hari terakhir, api telah menghanguskan sekitar 520 hektare lahan, termasuk area padang rumput dan hutan pinus di lereng Gunung Bromo.
Petugas pemadam kebakaran yang terdiri dari tim Bina Marga, TNI, Polri, serta relawan lokal melaporkan bahwa faktor angin kencang dan suhu tinggi mempercepat penyebaran api. Upaya pemadaman difokuskan pada tiga titik utama: zona selatan lereng Bromo, area hutan pinus di sebelah utara, dan padang rumput di wilayah Tengger.
Berikut langkah-langkah penanggulangan yang telah dilaksanakan:
- Pengiriman 12 helikopter pemadam kebakaran untuk penyemprotan air dari udara.
- Penempatan 45 kendaraan pemadam darat di titik strategis.
- Penyediaan 200 personel pemadam kebakaran dan relawan.
- Pembuatan garis pemadam (firebreak) sepanjang 3,5 kilometer untuk menghentikan penyebaran api.
Akibat kebakaran, sejumlah satwa liar seperti rusa dan kelinci mengalami kehilangan habitat. Selain itu, asap tebal mengganggu aktivitas wisatawan yang biasanya mendatangi Bromo untuk menikmati matahari terbit.
Pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan telah mengumumkan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan medis bagi warga yang terdampak. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginstruksikan evakuasi sementara bagi penduduk di zona berisiko tinggi.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko erosi tanah dan mengurangi kualitas udara di wilayah sekitar. Mereka menekankan pentingnya penanaman kembali area yang terbakar serta pengawasan ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan.
Dengan upaya bersama antara aparat keamanan, lembaga pemerintah, dan masyarakat, diharapkan kebakaran dapat terkendali dalam waktu dekat dan ekosistem Bromo dapat pulih secara bertahap.