Setapak Langkah – 10 April 2026 | PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengeluarkan pernyataan keras terhadap perilaku penumpang yang sengaja menahan pintu gerbang otomatis kereta cepat Whoosh di stasiun Padalarang. Pintu yang dirancang untuk menutup secara otomatis demi keamanan dan ketepatan jadwal, menjadi terhambat akibat tindakan tersebut.
KCIC menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Oleh karena itu, perusahaan meminta seluruh pengguna Whoosh untuk tidak menyentuh atau menghalangi pintu selama proses penutupan. Apabila ada penumpang yang tetap melakukan aksi tersebut, petugas keamanan akan memberikan peringatan atau tindakan disiplin sesuai prosedur.
Berikut beberapa konsekuensi yang dapat terjadi apabila pintu Whoosh ditahan:
- Penundaan jadwal keberangkatan hingga 5‑10 menit per kereta.
- Kerusakan pada sensor otomatis yang mengontrol penutupan pintu.
- Peningkatan biaya pemeliharaan dan perbaikan sistem pintu.
- Potensi bahaya bagi penumpang lain bila pintu tidak berfungsi dengan baik.
KCIC juga mengingatkan bahwa kereta cepat Whoosh merupakan bagian penting dalam jaringan transportasi modern Indonesia, menghubungkan wilayah‑wilayah strategis dengan waktu tempuh singkat. Menjaga kelancaran operasional bukan hanya tanggung jawab operator, melainkan juga perilaku kolektif penumpang.
Untuk mencegah kejadian serupa, KCIC berencana meningkatkan sosialisasi melalui papan informasi, iklan di dalam kereta, serta pelatihan bagi petugas stasiun. Selain itu, sistem pengawasan video akan diperkuat guna mendeteksi dan menindak cepat pelanggaran.
Dengan kerja sama antara operator dan penumpang, diharapkan layanan Whoosh dapat tetap tepat waktu, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna.