Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Kualitas udara di wilayah Jakarta pada Jumat pagi ini dinyatakan tidak sehat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat berada pada angka 165, yang masuk dalam kategori “Tidak Sehat”. Konsentrasi partikel halus (PM2.5) mencapai 84 µg/m³, jauh melampaui ambang batas aman 35 µg/m³.
Peningkatan polutan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor cuaca yang tidak mendukung penyebaran asap, serta aktivitas kendaraan bermotor yang masih tinggi meski musim hujan sudah mulai berlangsung. Selain itu, kebakaran hutan di daerah sekitarnya turut menyumbang partikel berbahaya ke atmosfer Jakarta.
Dampak kesehatan yang dapat timbul antara lain iritasi pada saluran pernapasan, penurunan fungsi paru-paru, serta peningkatan risiko serangan jantung bagi penderita penyakit kardiovaskular. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan asma atau penyakit paru lainnya harus lebih waspada.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga untuk selalu memakai masker berfilter tinggi (N95, KN95, atau setara) ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam dengan puncak polusi, biasanya antara pukul 07.00–10.00 dan 17.00–20.00.
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diambil:
- Gunakan masker dengan sertifikasi N95/KN95 atau masker medis berlapis tiga.
- Hindari berjalan atau bersepeda di jalur dengan lalu lintas padat pada jam puncak.
- Jika memungkinkan, pilih rute yang lebih hijau atau kurang terpapar asap kendaraan.
- Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu membersihkan saluran pernapasan.
- Jika mengalami gejala sesak napas, batuk kering, atau iritasi mata, segera masuk ke ruangan yang memiliki sirkulasi udara bersih.
Berikut tabel kategori AQI yang umum dipakai:
| Kategori | Rentang AQI | Deskripsi |
|---|---|---|
| Sangat Baik | 0–50 | Kualitas udara bersih, tidak ada risiko kesehatan. |
| Baik | 51–100 | Kualitas udara masih dapat diterima, risiko kesehatan minimal. |
| Moderat | 101–150 | Orang sensitif mungkin mengalami gejala ringan. |
| Tidak Sehat | 151–200 | Semua orang dapat mengalami dampak kesehatan, kelompok rentan harus ekstra berhati-hati. |
| Sangat Tidak Sehat | 201–300 | Dampak kesehatan signifikan, disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan. |
| Berbahaya | >300 | Situasi darurat, seluruh populasi harus menghindari paparan. |
Dengan mengikuti anjuran tersebut, masyarakat dapat meminimalkan risiko kesehatan akibat kualitas udara yang tidak sehat pada hari ini.