Setapak Langkah – 02 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada hari Kamis, 2 April 2026, melemah hingga menyentuh level 7.153. Penurunan ini terjadi di tengah dominasi tekanan jual yang terus berlanjut sejak beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Berbagai faktor yang memengaruhi sentimen pasar meliputi gejolak di pasar global, pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah, serta data ekonomi domestik yang menunjukkan pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan. Investor tampak lebih berhati-hati, terutama pada sektor perbankan dan properti yang mencatat penurunan nilai.
Volume transaksi pada hari tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun, menandakan tingkat likuiditas yang masih cukup tinggi meskipun harga saham berada di zona tekanan. Aktivitas jual beli terlihat paling signifikan pada sektor energi, pertambangan, dan konsumer, sementara sektor teknologi mencatat sedikit kenaikan.
| Sektor | Perubahan (%) |
|---|---|
| Energi | -1,8 |
| Pertambangan | -1,5 |
| Konsumer | -1,2 |
| Teknologi | +0,6 |
Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG masih berada di bawah level support penting pada 7.100. Jika tekanan jual terus berlanjut, indeks dapat menguji level support berikutnya di sekitar 7.050. Sebaliknya, penembusan di atas level 7.200 dapat membuka peluang kenaikan kembali.
Investor disarankan untuk memperhatikan data ekonomi yang akan dirilis dalam minggu ini, termasuk indeks harga konsumen (IHK) dan data penjualan ritel, yang dapat menjadi katalisator pergerakan selanjutnya. Diversifikasi portofolio dan penyesuaian posisi pada saham-saham dengan fundamental kuat tetap menjadi strategi yang bijak dalam kondisi pasar yang masih volatile.