Setapak Langkah – 11 April 2026 | International Energy Agency (IEA) melalui ketua eksekutifnya Fatih Birol memperingatkan bahwa wilayah Eropa dapat menghadapi kekurangan pasokan bahan bakar solar dan kerosin dalam beberapa bulan mendatang.
Penilaian tersebut didasarkan pada kombinasi faktor, antara lain penurunan produksi minyak mentah dari Rusia yang masih terpengaruh sanksi, gangguan pada jalur pasokan gas cair (LNG) akibat ketegangan geopolitik, serta lonjakan permintaan energi selama musim dingin yang lebih panjang dari biasanya.
Selain itu, transisi cepat ke energi terbarukan menambah tekanan pada pasokan solar, karena proyek‑proyek baru masih berada pada fase pembangunan dan belum dapat menggantikan volume energi fosil yang menurun.
IEA menyoroti bahwa kekurangan tersebut tidak hanya akan menaikkan harga di pasar spot, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakstabilan pasokan bagi sektor transportasi, industri, serta rumah tangga.
Untuk mengatasi risiko tersebut, IEA mengusulkan serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Memperluas kapasitas penyimpanan bahan bakar, termasuk terminal penyimpanan strategis di pelabuhan utama.
- Meningkatkan diversifikasi sumber impor, seperti memperkuat hubungan dagang dengan pemasok di Afrika Utara dan Timur Tengah.
- Mempercepat pembangunan fasilitas solar dan infrastruktur jaringan listrik yang dapat menampung produksi energi terbarukan.
- Mendorong kebijakan subsidi sementara bagi konsumen kritis guna mengurangi beban biaya energi yang melonjak.
- Meninjau kembali regulasi pasar energi untuk memastikan fleksibilitas dalam penyesuaian volume pasokan dan permintaan.
Para analis pasar menilai bahwa implementasi langkah‑langkah tersebut memerlukan koordinasi lintas‑negara yang intensif serta dukungan finansial yang signifikan. Tanpa upaya bersama, risiko kekurangan solar dan kerosin dapat berlanjut hingga akhir tahun, mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan energi di kawasan.