Setapak Langkah – 07 April 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya standar keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden keracunan makanan yang menimpa sejumlah anak di Jakarta Timur.
Latar Belakang Kasus
Pada minggu lalu, 72 anak usia dini dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam program MBG. Pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan kontaminasi bahan makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Seruan IDAI
IDAI menuntut agar pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap rantai pasokan makanan yang digunakan dalam program MBG, termasuk proses pembelian, penyimpanan, pengolahan, dan distribusi. Menurut pernyataan resmi IDAI, audit ini harus melibatkan lembaga independen serta tenaga ahli gizi dan keamanan pangan.
- Audit harus mencakup verifikasi sertifikasi pemasok.
- Pengecekan suhu penyimpanan dan kebersihan fasilitas dapur.
- Pelatihan rutin bagi petugas pengelola makanan.
- Pencatatan dan pelaporan setiap temuan secara transparan.
Dampak terhadap Kebijakan Publik
Penegakan standar keamanan pangan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, yang merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi anak. Jika tidak ditangani, insiden serupa dapat menurunkan partisipasi dan menimbulkan beban biaya kesehatan tambahan.
Langkah Selanjutnya
IDAI meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan untuk menyusun pedoman audit yang bersifat wajib, serta memastikan bahwa semua unit pelaksana MBG mematuhi standar tersebut dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.
Pengawasan berkelanjutan dan evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk menjamin bahwa makanan yang disajikan kepada anak-anak aman dan bernutrisi.