Setapak Langkah – 06 April 2026 | Tokoh partai politik dan pengamat nasional, Hasan Nasbi, menanggapi gelombang seruan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dengan nada kritis. Dalam sebuah pernyataan publik, Nasbi menegaskan bahwa dunia sedang berada dalam kondisi “kacau balau” akibat berbagai konflik internasional, namun seruan serupa di dalam negeri justru menambah ketegangan dan memicu provokasi.
Seruan gulingkan Prabowo muncul belakangan ini di sejumlah platform media sosial dan pertemuan politik informal. Meskipun sebagian pihak mengklaim itu sebagai wacana demokratis untuk menilai kepemimpinan, Nasbi menilai bahwa aksi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi persatuan bangsa.
- Konsekuensi politik: Mengalihkan fokus publik dari agenda pembangunan ke pertarungan kekuasaan.
- Risiko sosial: Memperdalam polarisasi antar kelompok masyarakat yang sudah terpecah.
- Dampak internasional: Menurunkan citra Indonesia sebagai negara yang stabil dan dapat diandalkan.
Nasbi menekankan pentingnya dialog konstruktif dan penghormatan terhadap proses demokrasi yang ada. Ia mengajak semua elemen politik, media, dan masyarakat untuk menahan diri dari provokasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Selain menyoroti pentingnya persatuan, pernyataan Nasbi juga menjadi peringatan bagi para pemimpin politik agar lebih bijak dalam menyampaikan kritik. “Kritik memang diperlukan, namun harus disampaikan dengan cara yang tidak memecah belah bangsa,” tuturnya.