Setapak Langkah – 01 April 2026 | Kenaikan tajam harga tepung beras dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan tekanan signifikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sektor kue rumahan dan kue tradisional. Tepung beras, yang menjadi bahan pokok bagi banyak produk kue basah, mengalami lonjakan harga hingga 30% sejak awal tahun.
Beberapa faktor utama yang memicu peningkatan harga antara lain:
- Kenaikan biaya produksi padi akibat cuaca tidak menentu dan serangan hama.
- Permintaan pasar domestik yang tinggi, terutama menjelang musim perayaan.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya impor bahan baku tambahan.
Akibatnya, UMKM menghadapi beberapa konsekuensi ekonomi, antara lain:
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Biaya produksi | Naik 25‑30% karena harga tepung beras. |
| Margin keuntungan | Turun rata‑rata 10‑15%. |
| Harga jual produk | Terpaksa dinaikkan 5‑10% untuk menutupi biaya. |
| Permintaan konsumen | Berpotensi menurun bila harga akhir terlalu tinggi. |
Untuk mengurangi tekanan tersebut, sejumlah langkah strategis dapat dipertimbangkan, seperti:
- Diversifikasi bahan baku dengan menggunakan tepung singkong atau jagung yang lebih stabil harganya.
- Meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi sederhana, misalnya penggunaan mixer listrik yang hemat energi.
- Mengajukan bantuan atau subsidi dari pemerintah daerah khusus untuk sektor pangan mikro.
- Berkoordinasi dengan koperasi untuk pembelian tepung beras secara grosir, sehingga mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Dengan mengimplementasikan langkah‑langkah tersebut, diharapkan pelaku UMKM dapat mempertahankan kelangsungan usahanya sekaligus menjaga daya beli konsumen.