Setapak Langkah – 10 April 2026 | Pemerintah Indonesia berencana menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai tahun 2026. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Pemberdayaan UMKM, Bahlil Erasya, yang menegaskan bahwa penyesuaian harga akan dilaksanakan setelah proses perhitungan selesai.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dipandang penting untuk menyeimbangkan kebijakan subsidi bahan bakar, mengurangi beban fiskal, serta menciptakan ruang bagi pengembangan energi terbarukan. Bahlil menjelaskan bahwa perhitungan tersebut melibatkan sejumlah variabel, antara lain harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, biaya produksi, dan kebijakan fiskal pemerintah.
- Harga minyak dunia: fluktuasi pasar internasional yang memengaruhi biaya impor.
- Nilai tukar rupiah: memengaruhi daya beli dan biaya konversi.
- Biaya produksi dan distribusi: termasuk operasional Pertamina.
- Kebijakan subsidi: penyesuaian agar subsidi tetap tepat sasaran.
Pertamina sebagai operator utama dalam rantai pasok BBM akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk menyusun skema kenaikan yang adil. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, dengan target akhir perhitungan pada kuartal ke‑dua 2026.
Berikut adalah skenario perkiraan harga BBM nonsubsidi per liter yang sedang dipertimbangkan:
| Skenario | Harga (Rp/L) | Keterangan |
|---|---|---|
| Skenario Minimum | 12.500 | Kenaikan paling ringan, menyesuaikan inflasi. |
| Skenario Tengah | 13.200 | Kenaikan moderat, memperhitungkan harga minyak dunia. |
| Skenario Maksimum | 14.000 | Kenaikan signifikan, mengantisipasi volatilitas pasar. |
Para pelaku industri, khususnya transportasi dan logistik, mengantisipasi dampak kenaikan harga tersebut terhadap biaya operasional. Pemerintah berjanji akan memberikan dukungan transisi, antara lain melalui insentif kendaraan berbahan bakar alternatif dan subsidi energi terbarukan.
Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi diharapkan dapat memperbaiki keseimbangan fiskal negara sekaligus mendorong pergeseran ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.