Setapak Langkah – 04 April 2026 | Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mencatat bahwa gunung berapi tersebut kembali mengeluarkan letusan pada Rabu, 3 April 2026. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 1.400 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu yang tebal tersebut menyebar ke arah barat laut, menimpa beberapa wilayah permukiman di sekitar lereng gunung. Penduduk di desa‑desa terdekat melaporkan penurunan abu yang menutupi atap rumah, menurunkan visibilitas jalan, dan menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan.
Bandara terdekat, Bandara Sultan Babullah di Ternate, sementara itu menunda beberapa penerbangan komersial karena ancaman abu yang dapat merusak mesin pesawat. Tim SAR dan otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan evakuasi sukarela bagi warga yang tinggal di zona berisiko tinggi.
Berikut langkah-langkah yang disarankan bagi masyarakat di sekitar area terdampak:
- Menggunakan masker atau kain bersih untuk melindungi saluran pernapasan.
- Menghindari aktivitas di luar ruangan selama awan abu masih tebal.
- Menutup semua jendela dan pintu untuk mencegah masuknya abu ke dalam rumah.
- Memantau informasi resmi dari PGA dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
- Jika diminta evakuasi, mengikuti rute dan titik kumpul yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak 1978, gunung ini telah mencatat lebih dari 300 kali letusan, kebanyakan berupa letusan Strombolian yang menghasilkan abu dan batuan kecil. Meskipun aktivitasnya sering terjadi, tingkat bahaya tetap tinggi karena kedekatannya dengan pemukiman dan jalur transportasi udara.
Para ahli vulkanologi menekankan pentingnya pemantauan terus‑menerus dan kesiapsiagaan komunitas lokal. Mereka memperkirakan bahwa aktivitas saat ini masih berada dalam fase letusan kecil, namun perubahan mendadak pada tekanan magma dapat meningkatkan intensitas letusan di masa mendatang.
Warga diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan memperhatikan perkembangan terbaru melalui media lokal maupun saluran resmi pemerintah.