Setapak Langkah – 05 April 2026 | YOGYAKARTA, REPUBLIKA.CO.ID – Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyampaikan keprihatinannya atas tragedi kehilangan prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon. Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau menekankan harapannya agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Gubernur DIY menegaskan bahwa kematian prajurit tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan rekan-rekan di militer, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen negara dalam meninjau kembali prosedur keamanan dan strategi penempatan pasukan di misi perdamaian internasional.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Gubernur antara lain:
- Perlu peningkatan pelatihan taktis dan kesiapan operasional bagi anggota TNI yang akan dikerahkan ke zona konflik.
- Koordinasi yang lebih intensif antara kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, untuk memastikan perlindungan maksimal bagi personel.
- Evaluasi rutin atas risiko keamanan di wilayah penempatan, termasuk peninjauan ulang perjanjian kerja sama dengan negara tuan rumah.
- Peningkatan dukungan logistik dan medis bagi pasukan yang berada di medan operasi.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya solidaritas nasional dalam menghormati pengorbanan para prajurit. Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk pemuda Yogyakarta, untuk terus mendukung upaya perdamaian dunia melalui kontribusi yang bijak dan bertanggung jawab.
Tragedi ini menambah catatan duka bagi Indonesia, yang sejak lama berkontribusi aktif dalam misi perdamaian PBB. Hingga kini, TNI telah mengirim ribuan personel ke berbagai zona konflik, termasuk Lebanon, Kongo, dan Sudan Selatan, dengan tujuan menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil.
Gubernur menutup dengan harapan bahwa pemerintah pusat dan lembaga terkait akan mengambil langkah konkret untuk memperkuat keamanan prajurit, sehingga kebanggaan Indonesia sebagai kontributor utama dalam misi perdamaian internasional tetap terjaga.