Setapak Langkah – 02 April 2026 | PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melaporkan pencapaian pendapatan sebesar 491,9 juta dolar Amerika Serikat, yang setara dengan Rp8,25 triliun untuk tahun 2025. Angka tersebut menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan kuat di sektor layanan perawatan pesawat di Indonesia.
GMF, yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, berfokus pada perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat terbang. Kenaikan pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan permintaan layanan MRO dari maskapai domestik maupun internasional, seiring dengan pemulihan aktivitas penerbangan pasca pandemi.
Berikut rangkuman utama kinerja keuangan GMF pada tahun 2025:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan | USD 491,9 juta (Rp8,25 triliun) |
| Segmen utama | Layanan MRO pesawat |
| Pelanggan utama | Maskapai domestik dan internasional |
Selain peningkatan pendapatan, GMF juga menekankan komitmen pada standar keselamatan dan kualitas internasional, serta upaya peningkatan kapasitas fasilitas di Bandara Soekarno‑Hatta. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak kontrak perawatan dari maskapai asing, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat layanan MRO regional.
Para analis memperkirakan bahwa tren pertumbuhan ini dapat berlanjut selama beberapa tahun ke depan, seiring dengan meningkatnya armada pesawat di Asia‑Pasifik dan kebutuhan akan layanan perawatan yang handal.