Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Gaya hidup hemat atau yang dikenal dengan istilah frugal living kembali menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi Indonesia. Menurut Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, seorang antropolog terkemuka, tren ini semakin menguat karena generasi muda kini lebih selektif dalam menentukan apa yang akan mereka konsumsi.
Beberapa faktor utama yang mendorong munculnya pola konsumsi selektif di kalangan anak muda antara lain:
- Kenaikan biaya hidup: Harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi meningkat, memaksa generasi muda untuk meninjau kembali prioritas belanja.
- Ketersediaan informasi: Platform digital menyediakan data perbandingan harga, ulasan produk, dan tips hemat yang mudah diakses.
- Kesadaran lingkungan: Meningkatnya kepedulian terhadap dampak ekologis mendorong pilihan yang lebih berkelanjutan dan mengurangi pemborosan.
- Pendidikan keuangan: Program literasi keuangan di sekolah dan media sosial menumbuhkan kebiasaan menabung serta mengelola pengeluaran secara cermat.
- Kebudayaan komunitas: Kelompok-kelompok online maupun offline saling berbagi pengalaman hidup hemat, menciptakan dukungan sosial yang kuat.
Prof. Semiarto menambahkan bahwa frugal living tidak hanya sekadar menahan diri dari pemborosan, melainkan juga melibatkan strategi cerdas dalam mengoptimalkan nilai dari setiap pengeluaran. Contohnya, memilih produk lokal dengan kualitas terjamin, memanfaatkan program diskon atau cashback, serta memperpanjang masa pakai barang melalui perawatan yang tepat.
Data survei terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 60 % responden berusia 18‑30 tahun mengaku secara aktif mencari alternatif yang lebih ekonomis sebelum melakukan pembelian. Hal ini mencerminkan perubahan pola pikir dari konsumsi impulsif menuju keputusan yang lebih terukur.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang mendorong inklusi keuangan dan program-program edukatif, prospek frugal living diperkirakan akan terus berkembang. Generasi muda tidak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan menuju pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.