Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Pada konferensi pers peluncuran “Afgan Retrospektif: The Concert”, maestro musik Erwin Gutawa mengungkapkan pandangannya tentang kemiripan vokal antara penyanyi pop muda Afgan dan legenda musik Indonesia Chris Ye. Gutawa menilai bahwa kualitas suara Afgan yang halus, penekanan pada nada panjang, serta cara penyampaiannya yang emosional menyerupai gaya khas Chris Ye, terutama dalam balada‑balada romantis.
- Vokal lembut: Kedua penyanyi mengedepankan nada rendah yang menenangkan.
- Interpretasi emosional: Penekanan pada lirik yang mendalam dan penyampaian yang terasa pribadi.
- Gaya panggung: Kedua artis menonjolkan kesederhanaan dan fokus pada musik, bukan kemewahan visual.
Konser retrospektif yang disusun oleh Gutawa menampilkan aransemen orkestra klasik yang menggabungkan elemen musik pop era 80‑an, era Chris Ye, dengan sentuhan modern yang menjadi ciri Afgan. Acara tersebut dijadwalkan akan menggelar serangkaian pertunjukan di beberapa kota besar Indonesia, dengan harapan dapat memperkenalkan kembali karya‑karya Chris Ye kepada generasi muda sekaligus menegaskan posisi Afgan sebagai artis yang mampu menyeberangi batas era.
Gutawa juga menambahkan bahwa kolaborasi antara musisi senior dan generasi baru menjadi kunci keberlanjutan industri musik nasional. “Ketika seniman seperti Afgan dapat menginterpretasikan karya Chris Ye dengan rasa hormat dan kreativitas, kita memperkuat identitas musik Indonesia,” tutupnya.