Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Bank Indonesia bersama lembaga riset ekonomi Core Indonesia memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai 5,4% pada tahun 2026. Prediksi ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 5,0%.
Beberapa faktor pendukung tercapainya target tersebut meliputi peningkatan investasi, perbaikan iklim bisnis, serta ekspansi sektor manufaktur dan jasa. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
- Daya beli masyarakat: Inflasi yang masih berada di atas target dapat mengurangi kemampuan konsumen dalam mengonsumsi barang dan jasa.
- Ketahanan permintaan domestik: Ketergantungan pada ekspor membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi pasar global.
- Ketersediaan tenaga kerja terampil: Kesenjangan skill dapat menghambat produktivitas sektor industri.
Berikut ini gambaran singkat proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan:
| Tahun | Target Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| 2022 | 5,0 |
| 2023 | 5,1 |
| 2024 | 5,2 |
| 2025 | 5,3 |
| 2026 | 5,4 |
Untuk mewujudkan angka 5,4% tersebut, pemerintah dan sektor swasta perlu memperkuat kebijakan fiskal, meningkatkan produktivitas, serta menstimulasi konsumsi rumah tangga melalui program bantuan yang tepat sasaran. Penguatan infrastruktur dan adopsi teknologi digital juga diharapkan dapat menambah nilai tambah pada produk domestik.
Jika tantangan tersebut dapat diatasi, Indonesia berpotensi memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil dan inklusif, menjadikan negara ini semakin kompetitif di kancah ekonomi global.