Setapak Langkah – 12 April 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat pada Rapat Kerja Komisi IX pada Senin (12 April 2026) menyampaikan keprihatinan terkait peningkatan kasus campak yang terjadi di beberapa kabupaten.
Dalam pernyataan resmi, mereka menuntut Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes Jabar) untuk memperkuat langkah penanggulangan, termasuk meningkatkan cakupan imunisasi, memperluas jaringan surveilans, dan mempercepat penanganan kasus terkonfirmasi.
Faktor Penyebab Lonjakan
- Penurunan cakupan vaksinasi MMR (Measles-Mumps-Rubella) akibat pandemi COVID-19.
- Keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil.
- Kurangnya sosialisasi pentingnya vaksinasi kepada masyarakat.
Rekomendasi DPRD Jabar
- Mengoptimalkan program imunisasi rutin dengan menambah jadwal vaksinasi di puskesmas dan posyandu.
- Menetapkan tim rapid response untuk penelusuran kontak kasus.
- Menyiapkan anggaran tambahan khusus untuk kampanye edukasi dan penyediaan vaksin.
- Mengintegrasikan data kasus campak ke dalam sistem informasi kesehatan daerah secara real‑time.
Data Kasus Campak (Jabar) Bulan Januari–Maret 2026
| Bulan | Kasus Terkonfirmasi |
|---|---|
| Januari | 48 |
| Februari | 62 |
| Maret | 79 |
Dengan data tersebut, DPRD menilai perlunya respons cepat sebelum masuk ke musim hujan yang dapat memperparah penyebaran. Ketua Komisi IX DPRD Jabar, Nama Anggota, menegaskan bahwa penanggulangan campak harus menjadi prioritas bersama antara legislatif dan eksekutif.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan merespons rekomendasi ini dalam waktu dua minggu ke depan, guna memastikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi dan efektif.