Setapak Langkah – 08 April 2026 | Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat distribusi bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat yang terdampak krisis pangan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi internal Bulog pada Senin (8/4/2026) menyusul peningkatan permintaan bantuan sosial di sejumlah wilayah.
Fokus Penguatan Distribusi
- Stok yang memadai: Bulog menargetkan penambahan cadangan beras strategis sebesar 1,2 juta ton dan minyak goreng sebanyak 300 ribu ton pada kuartal pertama 2026.
- Distribusi cepat: Penggunaan armada truk berpendingin dan kerjasama dengan lembaga desa serta kelurahan diharapkan mempersingkat waktu penyaluran dari pusat ke titik akhir.
- Transparansi: Setiap langkah distribusi akan dipublikasikan melalui portal resmi Bulog, termasuk data penerima, volume bantuan, dan tanggal penyerahan.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Lembaga Sosial
Bulog berkoordinasi erat dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Program ini juga melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki jaringan di daerah‑daerah terpencil.
Dampak terhadap Harga Pangan
Penguatan distribusi diharapkan dapat menstabilkan harga beras dan minyak goreng di pasar tradisional. Dengan memasok kebutuhan pokok secara teratur, Bulog berupaya menurunkan tekanan inflasi pangan yang selama ini menjadi beban utama rumah tangga berpenghasilan rendah.
Ahmad Rizal menambahkan, “Kami tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas pelayanan. Setiap bantuan harus sampai kepada yang membutuhkan tanpa penundaan atau kebocoran. Ini adalah bagian dari tugas kami sebagai perusahaan milik negara untuk menjaga ketahanan pangan nasional.”