Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Italia menantikan satu laga penentu untuk kembali ke Piala Dunia setelah absen selama dua edisi. Pertarungan melawan Bosnia‑Herzegovina pada final play‑off kualifikasi, yang dijadwalkan pada Rabu dini hari WIB di Stadion Bilino Polje, Zenica, telah digambarkan oleh pelatih Gennaro Gattuso sebagai “Everest” sepak bola. Tekanan yang luar biasa ini tidak hanya dirasakan oleh skuad Azzurri, tetapi juga menarik sorotan pada legenda kiper Italia, Dino Zoff, yang kini menjadi suara kritis di balik layar.
Latihan keras dan harapan baru
Setelah kemenangan tipis melawan Irlandia Utara di semifinal, Italia mengandalkan gol cepat Sandro Tonali dan Moise Kean untuk lolos. Namun, penampilan yang kurang meyakinkan menimbulkan kekhawatiran publik. Gattuso menegaskan bahwa estetika permainan bukan prioritas utama; hasil akhir menjadi satu‑satunya fokus dalam kondisi lapangan yang basah dan cuaca yang berubah‑ubah.
Dino Zoff menegur sikap pemain
Insiden selebrasi kecil oleh Federico Dimarco setelah gol Bosnia melawan Wales menimbulkan polemik. Zoff, yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1982, mengecam tindakan tersebut sebagai provokasi yang dapat memicu semangat lawan. “Itu bukan hal yang baik karena hanya akan semakin membakar semangat lawan. Saya akan bersikap berbeda,” ujarnya kepada Il Giornale. Dimarco kemudian membela diri, menyatakan tidak ada niat menghina dan menekankan absennya Italia di dua edisi terakhir Piala Dunia.
Donnarumma: Kesempatan kedua
Di sisi lain, Gianluigi Donnarumma, kapten dan penjaga gawang utama, menyiapkan “malam yang tidak boleh dilewatkan”. Pada usia 27 tahun dengan 81 cap, ia belum pernah bermain di Piala Dunia. Donnarumma menegaskan pentingnya memanfaatkan peluang ini, mengingat kegagalan Italia di turnamen sebelumnya. “Kami siap, penuh energi, dan akan memulai dengan kuat,” katanya dalam konferensi pers menjelang laga.
Ancaman Bosnia
Kapten Bosnia, Edin Džeko, yang masih aktif bermain di usia 40 tahun, menunjukkan ketajaman dengan gol penyeimbang melawan Wales. Bersama striker muda Kerim Alajbegović (18), mereka menambah ancaman menyerang. Pengalaman Džeko di Serie A bersama Roma dan Inter menambah dimensi taktis yang harus dihadapi Italia.
- Lokasi: Stadion Bilino Polje, Zenica.
- Waktu: Rabu, 01/04, dini hari WIB.
- Wasit: Clement Turpin (yang sebelumnya memimpin laga melawan Makedonia Utara).
- Taruhan: Tiket grup B Piala Dunia 2026 bersama Kanada, Swiss, dan Qatar.
Strategi Gattuso
Gattuso menekankan kesiapan mental tim, mengingat pengalaman pahit Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah kekalahan melawan Makedonia Utara. Ia menolak menilai kondisi lapangan sebagai hambatan, melainkan memusatkan perhatian pada disiplin taktis dan kecepatan transisi.
Semua mata kini tertuju pada Italia, bukan hanya karena tekanan historis melampaui “Everest”, tetapi juga karena suara Dino Zoff yang kembali menjadi penjaga moral tim. Jika Azzurri berhasil menaklukkan Bosnia, mereka tidak hanya mengamankan tiket ke Qatar, melainkan juga menebus kekecewaan bertahun‑tahun dan mengukir kembali kebanggaan sepak bola Italia.
Dengan semangat yang dipicu oleh kritik Zoff, tekad Donnarumma, dan taktik Gattuso, Italia berusaha menuliskan babak baru dalam sejarah mereka. Hasil akhir masih menjadi teka‑teki, namun satu hal pasti: laga ini akan menjadi penentu masa depan Azzurri di panggung dunia.