Setapak Langkah – 06 April 2026 | Meskipun berada di bawah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat, raksasa teknologi asal China, Huawei Technologies, berhasil mencatatkan pendapatan yang melampaui Rp2.070 triliun pada tahun 2025. Pencapaian ini terutama didorong oleh pertumbuhan eksponensial di sektor layanan cloud dan infrastruktur jaringan, yang kini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.
Faktor-faktor Pendorong Kenaikan Pendapatan
- Layanan Cloud – Huawei memperluas data center di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin, menawarkan solusi hybrid‑cloud yang menarik bagi perusahaan multinasional.
- Infrastruktur 5G dan IoT – Permintaan jaringan 5G yang terus meningkat mendorong penjualan peralatan jaringan dan layanan manajemen.
- Solusi Enterprise – Penawaran paket digital untuk sektor keuangan, manufaktur, dan pemerintahan meningkatkan nilai kontrak jangka panjang.
- Riset & Pengembangan – Investasi intensif pada AI dan chip semikonduktor memperkuat posisi kompetitif Huawei di pasar global.
Data Keuangan Huawei 2025
| Item | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan | Rp2.070 triliun |
| Laba Bersih | Rp159,8 triliun (68 miliar Yuan) |
| Pertumbuhan Laba Bersih | 8,6 % |
Keberhasilan Huawei ini menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio produk dan layanan dapat mengurangi dampak negatif dari kebijakan luar negeri. Meskipun sanksi tetap menjadi tantangan, fokus pada inovasi teknologi dan ekspansi pasar internasional memungkinkan perusahaan untuk tetap tumbuh secara signifikan.