Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Hari ini, di BW Luxury Hotel, Jambi, berlangsung debat perdana calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029. Acara ini menjadi bagian penting dari Musyawarah Nasional ke‑XVIII HIPMI, yang diselenggarakan setiap tiga tahun.
Dalam sesi tersebut, Reynaldo, salah satu kandidat utama, menekankan pentingnya peran kader HIPMI dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % pada tahun mendatang. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, khususnya anggota HIPMI, dan kebijakan publik dapat mempercepat pencapaian target tersebut.
Beberapa poin utama yang disampaikan Reynaldo antara lain:
- Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang lebih mudah.
- Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.
- Optimalisasi investasi asing langsung (FDI) dengan menciptakan iklim usaha yang transparan dan ramah bisnis.
- Penerapan teknologi digital dalam proses produksi untuk meningkatkan produktivitas.
Reynaldo juga mengajak kader HIPMI untuk menjadi agen perubahan, tidak hanya dalam lingkup organisasi tetapi juga di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Debat ini dihadiri oleh para anggota HIPMI, tokoh pemerintahan daerah, serta sejumlah pengamat ekonomi. Diskusi berjalan dinamis, dengan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai implementasi kebijakan fiskal, peran industri kreatif, dan strategi ekspor.
Menutup sesi, Reynaldo menyatakan kesiapan HIPMI untuk berkontribusi secara aktif dalam penyusunan program-program pemerintah yang mendukung target pertumbuhan 8 %. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi nasional sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektoral dan komitmen bersama.