Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Menurut Celios, kebijakan perdagangan yang sedang dibahas antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat menimbulkan batasan signifikan pada pilihan vendor yang akan dipilih untuk jaringan 5G nasional. Kebijakan tersebut berpotensi menuntut penggunaan teknologi yang memenuhi standar keamanan dan kepatuhan Amerika, yang pada praktiknya dapat mengesampingkan beberapa penyedia asal Asia, khususnya China.
Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan beberapa calon vendor utama, antara lain Huawei (China), Nokia (Finlandia), Ericsson (Swedia), Samsung (Korea Selatan), dan beberapa pemain lokal. Jika aturan perdagangan baru diberlakukan, vendor‑vendor yang tidak memenuhi kriteria AS—seperti Huawei—mungkin tidak lagi dapat bersaing dalam proses lelang.
Potensi dampak bagi industri dan investasi
- Pengurangan kompetisi dapat menyebabkan kenaikan harga peralatan dan layanan.
- Penundaan peluncuran jaringan 5G karena proses evaluasi ulang vendor.
- Investor asing, terutama dari negara yang tidak terlibat dalam kebijakan AS, dapat menilai risiko geopolitik yang lebih tinggi.
- Pengaruh pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tulang punggung digitalisasi ekonomi.
Perbandingan pilihan vendor
| Vendor | Asal | Kepatuhan terhadap aturan AS |
|---|---|---|
| Huawei | China | Tidak memenuhi |
| ZTE | China | Tidak memenuhi |
| Nokia | Finlandia | Memenuhi |
| Ericsson | Swedia | Memenuhi |
| Samsung | Korea Selatan | Memenuhi |
Dengan skenario tersebut, Celios menekankan perlunya kebijakan yang seimbang, agar Indonesia tetap dapat mengakses teknologi terkini tanpa terjebak dalam persaingan geopolitik yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi digital.
Para pembuat kebijakan diharapkan menilai secara holistik antara kepentingan keamanan nasional, keberlanjutan investasi, dan kecepatan implementasi jaringan 5G demi mencapai tujuan transformasi digital nasional.