Setapak Langkah – 07 April 2026 | Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan perusahaan daerah air minum (PDAM) di seluruh Indonesia untuk segera memperbarui sistem penyaringan air mereka. Hal ini dilakukan guna mencegah masuknya kontaminan berbahaya ke dalam jaringan distribusi air bersih.
BRIN menyarankan beberapa langkah penting yang harus diimplementasikan oleh PDAM:
- Mengganti filter mekanik konvensional dengan filter membran ultrafiltrasi atau nanofiltrasi yang mampu menyaring partikel berukuran nano.
- Menambahkan tahap pengolahan dengan teknologi oksidasi lanjutan (AOP) untuk menguraikan senyawa organik persisten.
- Mengintegrasikan sistem monitoring real‑time berbasis sensor IoT untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara otomatis.
- Melakukan pelatihan rutin bagi teknisi PDAM mengenai pemeliharaan dan kalibrasi peralatan penyaringan modern.
Implementasi teknologi baru diperkirakan membutuhkan investasi signifikan, namun BRIN menekankan bahwa manfaat jangka panjang berupa penurunan risiko kesehatan masyarakat dan penghematan biaya pengobatan jauh melebihi biaya awal. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan dana khusus dalam anggaran tahunan atau memanfaatkan skema pembiayaan hijau.
Selain itu, BRIN juga menawarkan kerjasama riset dan pengembangan dengan PDAM untuk melakukan uji coba lapangan serta menyesuaikan teknologi dengan kondisi lokal, seperti variasi sumber air baku (permukaan, sumur, atau air tanah).
Langkah proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan PDAM serta memastikan pasokan air bersih yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.