Setapak Langkah – 11 April 2026 | Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis baru-baru ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor berhasil menempati posisi tiga besar dalam jajaran kabupaten paling kompetitif di provinsi Jawa Barat. Penilaian IDSD mencakup enam dimensi utama, antara lain ekonomi, infrastruktur, sumber daya manusia, inovasi, tata kelola, serta kualitas hidup.
Dengan skor akhir sebesar 78,4, Bogor menempati peringkat kedua setelah Kabupaten Bandung Barat yang mencatat skor 80,1, dan di atas Kabupaten Subang yang memperoleh skor 76,9. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan kualitas infrastruktur, serta kebijakan inovatif yang diterapkan pemerintah daerah.
| Ranking | Kabupaten | Skor |
|---|---|---|
| 1 | Bandung Barat | 80,1 |
| 2 | Bogor | 78,4 |
| 3 | Subang | 76,9 |
Keberhasilan Bogor didorong oleh peningkatan investasi di sektor industri manufaktur dan pariwisata, serta program digitalisasi layanan publik yang mempercepat birokrasi. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi berkontribusi pada peningkatan daya saing sumber daya manusia lokal.
Gubernur Jawa Barat menilai bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa strategi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada inovasi dan kolaborasi antar‑pemangku kepentingan dapat menghasilkan dampak positif bagi perekonomian regional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum tersebut dengan memperkuat jaringan transportasi, memperluas akses listrik di daerah terpencil, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana meluncurkan program Smart Bogor 2026 yang akan menambah investasi di bidang teknologi informasi, memperluas jaringan internet cepat, serta mengintegrasikan data terbuka untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi publik.