Setapak Langkah – 04 April 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa kerja sama dengan Kepolisian Makau (MJP) menjadi elemen penting dalam upaya memerangi terorisme yang semakin mengglobal. Dalam pernyataan resmi, Kepala BNPT menekankan bahwa jaringan teroris kini tidak lagi beroperasi hanya secara lokal, melainkan melintasi batas negara, sehingga dibutuhkan koordinasi lintas‑negara yang solid.
Alasan utama kolaborasi strategis
- Pertukaran intelijen real‑time: MJP memiliki jaringan pengawasan yang kuat di wilayah Makau, yang dapat melengkapi data intelijen BNPT untuk mengidentifikasi potensi ancaman lebih awal.
- Pelatihan bersama: Program pelatihan taktis dan prosedur penanggulangan teror yang diselenggarakan bersama meningkatkan kemampuan operasional personel kedua lembaga.
- Operasi gabungan: Penangkapan dan pembongkaran sel teroris yang beroperasi di kedua wilayah menjadi lebih efektif melalui operasi bersama.
Langkah konkret yang telah dijalankan
- Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada awal 2023 yang mencakup pertukaran data, pelatihan, dan operasi bersama.
- Pembentukan tim koordinasi lintas‑lembaga yang bertemu secara berkala untuk mengevaluasi ancaman terbaru.
- Pelaksanaan simulasi penanggulangan serangan teroris di fasilitas publik di Jakarta dan Makau pada kuartal kedua 2024.
Selain itu, BNPT juga mengajak lembaga keamanan lain, termasuk kepolisian nasional dan aparat keamanan di negara‑negara sahabat, untuk memperluas jaringan kerja sama. Diharapkan, sinergi ini tidak hanya memperkuat pertahanan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas keamanan kawasan Asia‑Pasifik secara keseluruhan.
Ke depannya, BNPT berkomitmen untuk terus memperdalam hubungan dengan MJP melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi deteksi, serta perumusan kebijakan yang responsif terhadap dinamika ancaman terorisme global.