Setapak Langkah – 10 April 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Flotim, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur pada sore hari menelan 15 orang yang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 100 warga dipastikan telah dievakuasi ke lokasi aman oleh tim SAR, TNI, dan Polri.
Gempa terjadi pada pukul 15.30 WIB dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Segera setelah guncangan, tim tanggap darurat BNPB bersama aparat keamanan daerah melakukan penilaian cepat terhadap kerusakan dan memulai operasi evakuasi.
Berikut langkah‑langkah utama yang diambil:
- Tim SAR dan TNI-Polri mengevakuasi warga dari rumah yang runtuh atau berisiko.
- Posko darurat didirikan di Balai Desa Flotim untuk memberikan pertolongan pertama dan tempat penampungan sementara.
- Tim medis BNPB memberikan perawatan luka ringan kepada 15 korban dan merujuk kasus serius ke rumah sakit terdekat.
- Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan bantuan pangan, air bersih, dan perlengkapan tidur.
- Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan atau tanah longsor.
Kerusakan struktural meliputi runtuhnya beberapa rumah tinggal, kerusakan pada fasilitas publik seperti balai desa, serta terganggunya jaringan listrik dan telekomunikasi. Warga yang dievakuasi kini berada di balai pertemuan yang telah dipasangi generator untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
BNPB menegaskan komitmen untuk terus memantau situasi, mempercepat pemulihan, dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan melaporkan kondisi darurat melalui jalur resmi.