Setapak Langkah – 04 April 2026 | Stasiun Meteorologi Sultan Thaha, Jambi, mengungkapkan bahwa fenomena iklim yang dijuluki “Godzilla El Nino” diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau di Provinsi Jambi pada tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis data suhu laut, tekanan atmosfer, dan pola angin yang menunjukkan intensifikasi El Nino yang lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.
Godzilla El Nino merupakan varian ekstrem dari El Nino standar, dengan anomali suhu permukaan laut yang mencapai lebih dari 2°C di atas rata‑rata. Kondisi ini mengganggu sirkulasi konveksi di wilayah Asia Tenggara, sehingga menurunkan curah hujan secara signifikan.
| Bulan 2026 | Penurunan Curah Hujan (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Juli | 30 | Awal intensifikasi Godzilla El Nino |
| Agustus | 45 | Puncak kekeringan |
| September | 40 | Masih dalam kondisi kering |
| Oktober | 25 | Mulai pulih perlahan |
Berikut beberapa dampak yang diperkirakan akan dirasakan oleh masyarakat Jambi:
- Penurunan produksi pertanian, terutama padi dan sayur-sayuran.
- Peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
- Kekurangan pasokan air bersih untuk rumah tangga dan industri.
- Gangguan pada sektor perikanan akibat perubahan suhu perairan.
BMKG menyarankan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah mitigasi, antara lain memperkuat sistem irigasi, mengoptimalkan penyimpanan air, serta melakukan edukasi kepada petani tentang teknik pertanian tahan kekeringan. Pemantauan berkelanjutan akan terus dilakukan, dengan pembaruan perkiraan setiap bulan menjelang puncak musim kemarau.
Dengan kesiapan yang matang, dampak negatif Godzilla El Nino dapat diminimalisir, menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.