Setapak Langkah – 01 April 2026 | Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga telur ayam di pasar nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang membahas kebijakan penanganan pasokan pangan menjelang periode permintaan tinggi.
Berbagai upaya konkret telah direncanakan, antara lain:
- Memperkuat jaringan distribusi antara produsen, pedagang grosir, dan pasar tradisional.
- Mengoptimalkan penggunaan fasilitas penyimpanan bersuhu terkendali untuk mengurangi kerusakan barang.
- Memberikan insentif logistik kepada peternak dan distributor yang mampu menyalurkan telur secara merata ke wilayah dengan permintaan tinggi.
- Menurunkan bea masuk bahan baku pakan ternak guna menekan biaya produksi.
- Mengintensifkan kampanye edukasi bagi konsumen tentang pentingnya membeli telur dengan label kualitas terjamin.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menstabilkan harga, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, ketika permintaan telur meningkat tajam. Selain itu, Kabapanas menegaskan bahwa mekanisme pengawasan harga akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan dinas pertanian provinsi dan lembaga pengawas pasar.
Pemerintah juga membuka jalur dialog dengan asosiasi peternak agar dapat mengidentifikasi permasalahan di lapangan secara cepat. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan konsumen, diharapkan pasar telur tetap terjaga keseimbangannya, sehingga tidak menimbulkan beban berlebih bagi keluarga Indonesia.