Setapak Langkah – 12 April 2026 | Bangunan utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mengalami kerusakan parah setelah terbakar pada aksi massa pada Agustus 2025. Pemerintah provinsi bersama Badan Penataan Bangunan mengumumkan keputusan untuk merobohkan struktur yang ada dan membangun kembali gedung baru yang lebih modern dan aman.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi teknis yang menunjukkan bahwa perbaikan pada bangunan lama tidak ekonomis dan tidak dapat menjamin keselamatan pengguna. Rencana perobohan dijadwalkan mulai kuartal pertama tahun 2026 dengan estimasi selesai pada akhir 2027.
Beberapa langkah utama dalam proses pembangunan ulang meliputi:
- Penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kebakaran dan penegakan hukum terhadap pelaku.
- Penyusunan desain baru yang mengintegrasikan standar keselamatan kebakaran internasional.
- Pemilihan kontraktor melalui lelang terbuka untuk memastikan transparansi.
- Pengalokasian anggaran yang bersumber dari APBD serta dukungan dana khusus dari pemerintah pusat.
Selain memperbaiki infrastruktur fisik, pemerintah provinsi juga berencana meningkatkan sistem keamanan gedung dengan pemasangan sistem alarm otomatis, sprinkler, dan kamera pengawas yang terintegrasi.
Reaksi masyarakat terhadap keputusan ini beragam. Sebagian besar warga mengapresiasi upaya pemerintah untuk menyediakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi anggota DPRD, sementara kelompok aktivis menuntut penyelidikan yang lebih mendalam terhadap motif aksi pembakaran.
Pembongkaran dan pembangunan ulang gedung DPRD Sulsel diharapkan menjadi simbol pemulihan institusi demokratis di provinsi tersebut serta memberikan contoh bagi daerah lain dalam penanganan kerusakan fasilitas publik.