Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa tingginya harga lahan di kawasan industri Indonesia menjadi salah satu penyebab utama pabrik-pabrik memilih untuk berpindah ke Vietnam. Menurutnya, harga tanah di Vietnam bisa serendah Rp600.000 per are, jauh lebih kompetitif dibandingkan tarif yang ditawarkan di dalam negeri.
Ia menekankan bahwa faktor biaya lahan bukan satu‑satunya, namun menjadi pertimbangan krusial bagi investor yang ingin menekan total biaya produksi. Dengan harga tanah yang relatif rendah, perusahaan di Vietnam dapat mengalokasikan lebih banyak dana untuk pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Berikut perbandingan singkat harga lahan industri antara Indonesia dan Vietnam:
| Negara | Harga Tanah (Rp/are) | Keterangan |
|---|---|---|
| Indonesia | 1.200.000 – 2.500.000 | Beragam tergantung lokasi, biasanya lebih tinggi di Jawa Barat dan Banten. |
| Vietnam | 600.000 | Harga standar di zona industri utama. |
Dengan selisih harga yang signifikan, Bahlil mengingatkan bahwa pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan penetapan tarif lahan, serta mempercepat proses perizinan dan penyediaan infrastruktur penunjang. Ia menambahkan bahwa upaya meningkatkan daya saing harus melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pelaku industri.
Selain itu, Menteri ESDM menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada faktor biaya lahan semata dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Jika tidak ditangani secara serius, eksodus pabrik ke luar negeri dapat berakibat pada menurunnya investasi, berkurangnya lapangan kerja, dan penurunan pendapatan negara dari sektor manufaktur. Bahlil mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama‑sama mencari solusi yang berkelanjutan demi menjaga posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di Asia Tenggara.