Setapak Langkah – 12 April 2026 | Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa dua kapal perang mereka, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, telah melaksanakan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Menurut pernyataan resmi, kedua kapal tersebut menembus selat strategis tersebut sebagai bagian dari upaya mengamankan jalur pelayaran yang sering menjadi target penempatan ranjau oleh Iran.
Pihak Iran secara tegas menolak tuduhan tersebut. Pejabat militer Tehran menegaskan tidak ada kapal perang AS yang memasuki wilayah selat pada saat itu, dan menuduh Washington mencoba memprovokasi situasi untuk kepentingan geopolitik.
Ketegangan di Selat Hormuz memang tidak baru. Selat ini menjadi titik krusial bagi perdagangan minyak dunia, dengan lebih dari satu pertiga suplai minyak global melintasinya setiap hari. Sejak beberapa tahun terakhir, kedua belah pihak sering saling menuduh melakukan aksi provokatif, mulai dari penempatan ranjau hingga penangkapan kapal niaga.
- Nama kapal AS: USS Frank E. Peterson (DDG-123) dan USS Michael Murphy (DDG-112).
- Tujuan operasi: Mengidentifikasi dan membersihkan ranjau laut yang diduga dipasang Iran.
- Pernyataan Iran: Tidak ada kapal perang AS yang lewat, tuduhan dianggap provokatif.
- Dampak potensial: Meningkatnya ketegangan dapat menggangu aliran minyak dan memicu reaksi militer lebih luas.
Para pengamat menilai bahwa klaim AS dapat menjadi langkah untuk menegaskan kebebasan navigasi, sementara penolakan Iran mencerminkan keinginan untuk menjaga kedaulatan wilayah lautnya. Jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepahaman, risiko konfrontasi di wilayah yang sudah sensitif ini akan tetap tinggi.