Setapak Langkah – 10 April 2026 | Komunitas Al A’raf mengeluarkan pernyataan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa artis Andrie Yunus. Menurut mereka, penyelidikan tidak boleh terfokus hanya pada pelaku lapangan, melainkan harus mengusut seluruh rantai komando yang terlibat.
Kelompok tersebut menuntut Badan Antar‑Sekolah (BAIS) TNI untuk mengambil tanggung jawab penuh, termasuk hingga tingkat komandan yang memberi perintah atau menutup‑mata terhadap tindakan kekerasan tersebut. Al A’raf menegaskan bahwa menahan hanya aktor lapangan akan mengabaikan fakta bahwa perintah atau persetujuan dari atasan dapat menjadi faktor utama dalam terjadinya penyiraman air keras.
Pernyataan ini muncul setelah Andrie Yunus, seorang aktor terkenal, menjadi korban serangan tersebut pada sebuah acara publik. Korban melaporkan bahwa air keras yang disemprotkan menimbulkan luka pada kulit dan menimbulkan trauma psikologis.
Al A’raf meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa catatan perintah, komunikasi internal, dan prosedur keamanan yang diterapkan oleh BAIS TNI. Mereka juga menyerukan transparansi dalam proses hukum agar publik dapat memantau perkembangan kasus ini.
Jika terbukti ada keterlibatan komando dalam mengarahkan atau mengabaikan tindakan kekerasan, pihak berwenang diharapkan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan militer dan hukum pidana yang berlaku.