Setapak Langkah – 02 April 2026 | Pada Kamis pagi, 2 April 2024, wilayah Sulawesi Utara dilanda gempa bumi berkekuatan magnitude 7,6 yang mengguncang sejumlah kabupaten. Tak lama setelah guncangan, warga di kawasan pesisir Basaan melaporkan fenomena air laut yang tiba‑tiba surut secara tidak wajar, menimbulkan kegelisahan dan spekulasi tentang kemungkinan tsunami.
Gempa terjadi sekitar pukul 08.15 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut, tepatnya di koordinat 1,5° LS, 124,5° BT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengaktifkan sistem peringatan dini dan mengirimkan tim ke lapangan.
Berikut adalah beberapa titik pantai di Basaan yang melaporkan penurunan muka air laut secara signifikan:
- Desa Tondok
- Desa Bontoharu
- Desa Kawa
- Desa Lolang
- Desa Maluku
Penurunan muka air laut mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter dalam hitungan menit, kemudian kembali naik secara perlahan. Meskipun fenomena ini biasanya menjadi indikator awal tsunami, tim ahli menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi gelombang tsunami yang mengancam.
Petugas dari Badan SAR setempat juga melakukan evakuasi sukarela bagi warga yang berada di zona pantai, serta menyiapkan tempat penampungan sementara di balai desa. Selain itu, distribusi air bersih, makanan ringan, dan perlengkapan darurat telah disalurkan untuk mengantisipasi kebutuhan dasar.
Berikut langkah-langkah yang disarankan bagi warga di daerah pesisir:
- Hindari mendekati pantai sampai ada konfirmasi aman dari otoritas.
- Siapkan tas darurat berisi perlengkapan penting (obat, senter, radio, makanan tahan lama).
- Ikuti arahan evakuasi dan jangan kembali ke zona bahaya sebelum dinyatakan aman.
- Gunakan telepon seluler hanya untuk panggilan penting, agar jaringan tetap tersedia untuk layanan darurat.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan pada infrastruktur. Namun, potensi dampak lanjutan seperti tanah longsor atau gelombang pasang kembali tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah menegaskan bahwa penilaian kerusakan menyeluruh akan dilakukan dalam 24‑48 jam ke depan.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap fenomena alam yang cepat berubah. Dengan koordinasi antara aparat, tim SAR, dan partisipasi aktif warga, risiko bencana dapat diminimalisir.