Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Tim kesehatan di Afrika Selatan mengonfirmasi penemuan strain Andes Hantavirus yang memiliki kemampuan penularan antar manusia pada dua kasus yang terdeteksi pada akhir 2023. Strain ini sebelumnya dikenal hanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat, terutama tikus, namun temuan terbaru menandakan potensi perubahan pola penularan.
Kasus pertama melibatkan seorang petugas laboratorium yang terpapar sampel darah pasien pertama, sedangkan kasus kedua terjadi pada anggota keluarga pasien pertama yang mengembangkan gejala serupa setelah kontak dekat selama periode inkubasi. Kedua pasien menunjukkan gejala demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pernapasan, yang kemudian dikonfirmasi melalui tes PCR khusus.
Penelitian genetik menunjukkan bahwa virus yang terisolasi memiliki mutasi pada segmen S dan M yang diyakini meningkatkan afinitasnya terhadap reseptor sel manusia, mempermudah transmisi antar manusia. Mutasi ini mirip dengan yang pernah terdeteksi pada wabah Hantavirus di Amerika Selatan, khususnya di wilayah Andes.
Berikut langkah-langkah respons yang telah diambil oleh otoritas kesehatan:
- Isolasi ketat bagi semua pasien yang terkonfirmasi dan kontak dekat selama 21 hari.
- Pengujian PCR massal bagi pekerja laboratorium, tenaga medis, dan keluarga pasien.
- Peningkatan protokol biosafety di laboratorium diagnostik, termasuk penggunaan fasilitas BSL-3.
- Penyuluhan publik tentang cara pencegahan hantavirus, seperti menghindari kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Para ahli menekankan bahwa meskipun penularan antar manusia masih terbatas pada kasus terisolasi, hal ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di negara-negara dengan sistem kesehatan yang belum optimal. WHO telah diminta untuk memantau situasi dan memberikan panduan teknis bagi negara-negara lain yang mungkin menghadapi varian serupa.
Penelitian lanjutan sedang dilakukan untuk memahami mekanisme mutasi dan potensi penyebaran lebih luas. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti protokol kebersihan, melaporkan gejala awal, dan menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh yang dicurigai terinfeksi.