Setapak Langkah – 02 April 2026 | PT MPMX menghadapi tantangan signifikan pada tahun 2025, dengan laba bersih turun 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh suku bunga yang tinggi dan daya beli konsumen yang melemah.
Industri otomotif berada dalam fase moderasi, sehingga penjualan kendaraan baru menurun. Di sisi lain, bisnis aftermarket serta asuransi menunjukkan pertumbuhan yang relatif positif, membantu menahan penurunan laba secara keseluruhan.
Berikut ringkasan kinerja keuangan MPMX pada 2025:
| Item | 2024 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 1.200 miliar | Rp 972 miliar | -19% |
| Penjualan Kendaraan Baru | Rp 3.500 miliar | Rp 3.100 miliar | -11% |
Divisi aftermarket mencatat kenaikan penjualan suku cadang dan layanan perawatan sekitar 8 persen, sementara segmen asuransi mencatat pertumbuhan premi sebesar 5 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan perlindungan kendaraan.
Para analis memperkirakan bahwa tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang ketat akan tetap menjadi faktor penghambat bagi profitabilitas industri otomotif hingga pertengahan 2026. Untuk mengatasi kondisi tersebut, MPMX diperkirakan akan memperkuat jaringan layanan purna jual dan memperluas portofolio produk asuransi.