Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Kerusakan hutan akibat kebakaran di Kalimantan terus meningkat, memicu asap tebal yang melintasi batas negara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena ini dipicu oleh pola angin musiman yang mengarahkan partikel asap ke arah barat laut, sehingga mengaburkan langit di wilayah tetangga.
Menanggapi situasi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah menyiagakan total 52 pesawat pemadam kebakaran. Langkah ini meliputi penggunaan pesawat tanker, helikopter, serta pesawat pemantau untuk mengidentifikasi titik api paling kritis.
- 52 pesawat dikerahkan secara bersamaan di beberapa titik strategis Kalimantan.
- Operasi pemadaman difokuskan pada area dengan konsentrasi asap tertinggi.
- Tim pemantau udara melakukan survei harian untuk memperkirakan pergerakan asap selanjutnya.
Selain upaya teknis, BNPB menyerukan solusi kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Pendekatan terpadu diharapkan dapat memperkuat pencegahan kebakaran, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menurunkan dampak kesehatan masyarakat yang terpapar polusi asap.
Para pakar lingkungan menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembukaan lahan secara ilegal serta revitalisasi lahan gambut. Tanpa langkah preventif yang konsisten, risiko kebakaran hutan di Kalimantan diperkirakan akan terus meningkat, membawa konsekuensi sosial‑ekonomi yang luas.