Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan serangkaian program strategis untuk memperkenalkan produk wastra khas Sulsel ke pasar internasional. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan nilai ekspor tekstil lokal, membuka lapangan kerja, serta mengukuhkan citra Indonesia sebagai produsen kerajinan berkualitas.
Rencana aksi meliputi:
- Pembiayaan khusus: Penyediaan kredit lunak bagi UMKM yang memproduksi wastra, dengan bunga kompetitif dan tenor fleksibel.
- Pelatihan desain dan kualitas: Kolaborasi dengan lembaga pelatihan untuk meningkatkan standar desain, pewarnaan, serta kontrol mutu sesuai standar global.
- Pameran dan promosi internasional: Partisipasi dalam event tekstil di Eropa, Amerika, dan Asia, termasuk penyiapan booth khusus serta materi promosi berbahasa Inggris.
- Sertifikasi dan standar: Bantuan teknis untuk memperoleh sertifikasi ISO, Oeko‑Tex, serta standar organik yang semakin diminati konsumen luar negeri.
Data awal menunjukkan potensi nilai ekspor wastra Sulsel mencapai US$30 juta per tahun jika penetrasi pasar global meningkat 20 %. Berikut perkiraan kontribusi ekonomi:
| Skema | Investasi (US$) | Peningkatan Ekspor (US$) |
|---|---|---|
| Pembiayaan UMKM | 5 juta | 8 juta |
| Pelatihan & Sertifikasi | 2 juta | 5 juta |
| Promosi Internasional | 3 juta | 12 juta |
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menilai bahwa dukungan BI merupakan dorongan signifikan bagi industri kreatif daerah. “Dengan akses pembiayaan dan jaringan pasar yang lebih luas, para pengrajin dapat menembus pasar premium,” ujarnya.
Bank Indonesia menargetkan peluncuran pertama produk wastra terkurasi pada kuartal kedua 2025, dengan rencana penambahan 150 UMKM peserta dalam fase pertama. Monitoring akan dilakukan melalui sistem pelaporan digital yang mengintegrasikan data produksi, penjualan, dan kepuasan pelanggan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor non‑migas serta mendiversifikasi basis ekonomi regional. Diharapkan, dalam lima tahun ke depan, kontribusi sektor tekstil Sulsel terhadap PDB provinsi dapat meningkat hingga 5 %.