Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Konflik sosial yang meletus di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada akhir pekan lalu menewaskan tiga warga dan merusak sekitar dua puluh rumah. Benturan antar kelompok bersenjata terjadi di beberapa desa di Kabupaten Sikka, memicu evakuasi dan kerusuhan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berupaya memadamkan api kerusuhan dan mengevakuasi penduduk ke posko sementara. Di tengah situasi, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban dan warga yang kehilangan tempat tinggal.
- Pengiriman bantuan makanan pokok (beras, minyak goreng, gula).
- Distribusi perlengkapan kebersihan (sabun, deterjen, masker).
- Pemberian paket kebutuhan mendesak (selimut, tikar, perlengkapan tidur).
- Penyiapan dana tunai darurat untuk membantu proses pemulihan.
Kemensos menegaskan bahwa bantuan akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Koordinator lapangan Kementerian Sosial di NTT, Dr. H. Riza Rasyid, menyatakan komitmen kementerian untuk mempercepat proses penyaluran serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga sosial setempat.
Selain itu, pihak kepolisian dan pemerintah provinsi telah menggelar pertemuan darurat untuk menelusuri akar penyebab konflik, yang diduga berkaitan dengan sengketa lahan dan persaingan sumber daya alam. Upaya mediasi diharapkan dapat mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.
Para korban dan keluarga yang terdampak diharapkan dapat menerima bantuan secepatnya, sementara proses rekonstruksi rumah-rumah yang rusak akan diajukan dalam program pemulihan jangka panjang yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Situasi di Flores Timur masih dipantau secara intensif, dengan harapan bahwa kedamaian dapat segera kembali dan warga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa ancaman kekerasan.