Setapak Langkah – 09 Juli 2026 | Di Negeri Neniari, Kabupaten Maluku, penduduk setempat telah menjadikan getah damar sebagai mata pencaharian utama. Getah yang dihasilkan dari pohon damar (Agathis spp.) tidak termasuk kayu, melainkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Proses pengambilan damar dimulai dengan pemotongan kecil pada batang pohon, kemudian getah yang mengalir dikumpulkan dalam wadah khusus. Setelah mengering, damar diolah menjadi produk seperti vernis, bahan baku lilin, serta bahan baku parfum dan obat tradisional. Berbagai produk ini dipasarkan ke pasar regional dan bahkan diekspor ke luar negeri.
Manfaat ekonomi bagi masyarakat Neniari sangat signifikan:
- Peningkatan pendapatan rumah tangga, terutama bagi keluarga yang sebelumnya mengandalkan pertanian subsisten.
- Penciptaan lapangan kerja baru dalam bidang pengumpulan, pengolahan, dan pemasaran damar.
- Diversifikasi sumber daya ekonomi desa, mengurangi ketergantungan pada hasil pertanian yang rawan gagal panen.
Pemerintah daerah serta beberapa lembaga non‑pemerintah telah memberikan pelatihan teknik panen berkelanjutan dan manajemen usaha kecil kepada warga. Bantuan tersebut mencakup penyediaan peralatan pengumpul, pelatihan kualitas produk, serta akses ke jaringan pembeli.
Namun, tantangan tetap ada. Ketersediaan pohon damar yang masih cukup terbatas menuntut penanaman kembali secara terencana. Selain itu, fluktuasi harga pasar internasional dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan petani.
Untuk mengatasi hal tersebut, komunitas setempat berencana membentuk koperasi yang dapat menegosiasikan harga jual secara kolektif dan menginvestasikan hasil penjualan ke program reboisasi. Diharapkan, dalam beberapa tahun ke depan, produksi damar akan meningkat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Negeri Neniari.