Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Berbagai pihak telah lama menilai keberhasilan ekonomi digital hanya dari besarnya nilai transaksi atau volume penjualan daring. Namun, temuan terbaru dari seorang peneliti menunjukkan bahwa manfaat utama yang dirasakan masyarakat lebih cenderung pada aspek konsumsi daripada peningkatan pendapatan.
Temuan utama penelitian
- Penggunaan layanan digital—seperti streaming musik, video, dan aplikasi belanja—menjadi pola utama dalam kehidupan sehari-hari.
- Persentase pendapatan yang dihasilkan langsung dari aktivitas digital (misalnya penjualan produk, iklan, atau freelance) masih relatif kecil dibandingkan nilai total pengeluaran konsumen di platform digital.
- Ukuran keberhasilan ekonomi digital tidak dapat diukur semata‑mata dari total transaksi; faktor kepuasan konsumen dan aksesibilitas layanan juga harus dipertimbangkan.
Implikasi bagi pembuat kebijakan
Peneliti mengingatkan bahwa kebijakan yang berfokus hanya pada peningkatan nilai transaksi dapat mengabaikan potensi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik, seperti:
- Mendorong pelatihan keterampilan digital bagi tenaga kerja.
- Memberikan insentif bagi startup yang menghasilkan pendapatan melalui model bisnis berbasis layanan.
- Memperkuat regulasi perlindungan konsumen agar manfaat konsumsi tidak menimbulkan risiko keamanan data.
Harapan ke depan
Jika ekosistem digital dapat menyeimbangkan antara konsumsi dan sumber penghasilan, maka pertumbuhan ekonomi digital akan lebih berkelanjutan dan inklusif. Peneliti menekankan pentingnya data yang transparan serta evaluasi kebijakan secara berkala untuk memastikan manfaat ekonomi digital dapat dinikmati secara merata oleh semua lapisan masyarakat.