Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Wakil Presiden China, Han Zheng, menegaskan bahwa negara tersebut akan memanfaatkan Konferensi Kecerdasan Buatan (AI) Dunia untuk memperkuat kerangka kerja tata kelola AI secara global. Menurut pernyataan yang disampaikan pada acara tersebut, China berkomitmen untuk memimpin inisiatif yang berbasis konsensus luas di antara negara‑negara peserta.
Beberapa poin utama yang diangkat antara lain:
- Pengembangan standar teknis yang dapat diadopsi secara internasional.
- Pembentukan mekanisme transparansi dalam pengembangan dan penyebaran teknologi AI.
- Peningkatan kerja sama penelitian antara institusi akademik dan industri di berbagai belahan dunia.
- Penekanan pada etika AI yang menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai universal.
Han Zheng menambahkan bahwa keberhasilan tata kelola AI bergantung pada partisipasi aktif semua pihak, termasuk negara‑negara berkembang yang memiliki kebutuhan khusus. Oleh karena itu, China mengusulkan pembentukan forum dialog permanen yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil.
Dalam rangka mewujudkan konsensus luas, China juga berjanji untuk menyediakan dukungan teknis dan pendanaan bagi proyek‑proyek AI yang berfokus pada solusi tantangan global, seperti perubahan iklim, kesehatan publik, dan pendidikan.
Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis China untuk memperkuat posisi geopolitik dalam bidang teknologi tinggi sekaligus menanggapi kekhawatiran internasional tentang potensi penyalahgunaan AI. Pengamat menilai bahwa jika konsensus benar‑benar tercapai, tata kelola AI global dapat menjadi fondasi bagi inovasi yang aman dan bertanggung jawab.