Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | PT Pertamina melakukan penataan portofolio bisnis dengan memangkas 31 entitas anak usaha selama Semester I 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program business streamlining yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta menyesuaikan struktur organisasi dengan kondisi pasar energi yang semakin dinamis.
Penutupan atau penggabungan anak usaha ini dipilih berdasarkan kriteria kinerja keuangan, relevansi strategis, dan kontribusi terhadap target transformasi energi nasional. Beberapa unit yang terkena dampak meliputi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar, layanan logistik, serta usaha non‑core yang tidak sejalan dengan fokus utama Pertamina.
Berikut adalah beberapa implikasi utama dari langkah tersebut:
- Penghematan biaya operasional yang diharapkan dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.
- Peningkatan fokus pada proyek energi bersih dan pengembangan energi terbarukan.
- Penyederhanaan struktur organisasi, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.
- Penyesuaian tenaga kerja melalui program restrukturisasi dan pelatihan ulang bagi karyawan yang terdampak.
Manajemen Pertamina menegaskan bahwa restrukturisasi ini tidak akan mengganggu pasokan energi nasional. Sebaliknya, diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan global dan mendukung agenda dekarbonisasi yang menjadi prioritas pemerintah.
Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan pada tahun-tahun lalu, dimana beberapa anak usaha berhasil diintegrasikan atau dijual kepada pihak ketiga. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga dalam mengelola transisi bisnis yang kompleks.
Ke depan, Pertamina berencana melanjutkan program penataan ini dengan meninjau kembali portofolio bisnis secara berkala, memastikan bahwa setiap entitas yang tetap beroperasi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan dan pemangku kepentingannya.