Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Jalan karier Luka Modrić di Piala Dunia berakhir secara dramatis pada laga 32 besar melawan Portugal, menyisakan rasa pahit bagi sang kapten dan pelatihnya, Zlatko Dalic.
Dalam konferensi pers pasca‑pertandingan, Dalic mengungkapkan penyesalan mendalam karena tidak dapat membawa timnya melaju lebih jauh. Ia menilai performa Modrić tetap konsisten meski usia telah menginjak 37 tahun, namun tak cukup untuk menahan serangan Portugal yang mengeksekusi dua gol penting pada menit ke‑57 dan ke‑78.
Berikut rangkuman momen penting pertandingan:
- Portugal membuka skor lewat Cristiano Ronaldo (57′).
- Modrić mencoba mengatur serangan, namun pertahanan Kroasia tak mampu menahan tekanan.
- Portugal menambah gol melalui Diogo Jota (78′), menutup peluang Kroasia.
Modrić, yang telah tampil dalam empat edisi Piala Dunia (2014, 2018, 2022, dan 2026), mencatatkan total 13 penampilan dengan tiga gol dan satu assist. Prestasinya termasuk penghargaan Ballon d’Or 2018 dan peran vital dalam menjuarai Euro 2016.
Dalic menambahkan, “Saya sangat menghargai dedikasi Luka selama bertahun‑tahun. Saya menyesal tidak dapat memberikan kesempatan lebih lama di panggung tertinggi. Namun, sepak bola memang keras, dan kami harus menerima hasilnya.”
Reaksi publik di Kroasia pun beragam. Banyak suporter mengirimkan pesan dukungan melalui media sosial, menyoroti kontribusi Modrić bagi generasi pemain muda. Sementara analis sepak bola menilai bahwa usia dan beban fisik menjadi faktor utama menurunnya performa di fase akhir turnamen.
Ke depan, Kroasia diprediksi akan mengandalkan generasi baru, dengan pemain seperti Josip Brekalo dan Marko Livaja sebagai pengganti peran Modrić. Dalic menegaskan bahwa proses transisi sudah dimulai, namun warisan Modrić akan tetap menjadi inspirasi bagi seluruh skuad.