Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Pasar minyak mentah kembali menunjukkan pergerakan naik meski hanya dalam kisaran tipis, dipicu oleh harapan terwujudnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Optimisme tersebut menurunkan ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah, yang selama ini menjadi faktor utama tekanan harga minyak.
Harga minyak Brent tercatat naik sekitar 0,3% menjadi US$86,45 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% dan berada di level US$82,30 per barel. Kenaikan tersebut masih berada di bawah level kritis, namun mengindikasikan pergeseran sentimen pasar dari pola defensif ke arah lebih positif.
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Saat Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Brent | US$86,20 | US$86,45 | +0,3% |
| WTI | US$82,10 | US$82,30 | +0,2% |
Para analis menilai bahwa meskipun prospek damai belum pasti, sinyal positif ini dapat menurunkan premi risiko pada kontrak futures minyak. Namun, mereka tetap memperingatkan bahwa ketegangan di wilayah tersebut masih dapat berubah dengan cepat, terutama bila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan yang mengikat.
Investor dan pelaku pasar kini menunggu perkembangan diplomatik lebih lanjut serta data permintaan global yang akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan. Jika proses perdamaian berlanjut, kemungkinan besar harga minyak akan tetap berada dalam kisaran moderat, memberikan dukungan bagi stabilitas pasar energi.