Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Pembicaraan terbaru Purbaya, kepala biro riset dan analisis ekonomi, menegaskan bahwa kegelisahan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia terlalu berlebihan. Menurutnya, fondasi ekonomi negara tetap kuat meski terdapat gejolak global.
Berbagai indikator makro menunjukkan kinerja yang solid. Pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di atas 5 % pada kuartal terakhir, inflasi terkendali di bawah ambang batas 3,8 %, dan rasio utang publik berada di bawah 40 % dari Produk Domestik Bruto.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi | >5 % |
| Inflasi | <3,8 % |
| Rasio Utang Publik | <40 % |
Dengan pertumbuhan yang konsisten, inflasi yang tetap di bawah target, serta beban utang yang terkendali, Indonesia memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendukung kebijakan stimulus bila diperlukan. Hal ini menurunkan risiko tekanan pada nilai tukar dan menjaga kepercayaan investor.
Purbaya menambahkan bahwa meskipun pasar cenderung menyoroti potensi perlambatan, data fundamental menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang aman. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus menjaga kebijakan moneter yang responsif serta memperkuat reformasi struktural untuk memperluas basis produksi.
Secara keseluruhan, stabilitas ekonomi makro memberikan bantalan yang kuat bagi pertumbuhan jangka panjang, meskipun tantangan eksternal tetap ada. Dengan landasan yang solid, Indonesia dapat menavigasi volatilitas pasar tanpa mengorbankan kestabilan ekonomi.