Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Kopi Gunung Gambar, varietas kopi yang dulunya menjadi kebanggaan masa VOC Belanda, sempat hampir hilang dari peta pertanian Indonesia. Seiring berjalannya waktu, perubahan iklim, penyakit tanaman, dan kurangnya pemeliharaan membuat produksi kopi ini menurun drastis.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengambil inisiatif untuk menghidupkan kembali warisan kopi tersebut. Tim peneliti dan mahasiswa UGM melakukan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi varietas asli, perbaikan bibit, hingga pelatihan petani lokal.
Berikut tahapan utama yang dilaksanakan:
- Survei dan dokumentasi: Tim mengunjungi daerah asal Kopi Gunung Gambar, mengumpulkan data sejarah, kondisi tanah, dan varietas yang masih ada.
- Pengembangan bibit unggul: Laboratorium pertanian UGM melakukan seleksi genetik untuk menghasilkan bibit yang tahan penyakit dan memiliki rasa khas.
- Pelatihan petani: Workshop intensif diberikan kepada petani sekitar Gunung Gambar mengenai teknik penanaman organik, pemangkasan, dan pengelolaan hama secara ramah lingkungan.
- Uji coba lapangan: Bibit baru ditanam di beberapa plot percobaan, dipantau pertumbuhannya selama satu tahun untuk memastikan produktivitas dan kualitas rasa.
- Pemasaran dan branding: Hasil kopi yang telah diproses dipaketkan dengan label “Kopi Gunung Gambar – Warisan VOC” untuk menargetkan pasar premium, baik domestik maupun internasional.
Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat produksi dan kualitas rasa, dengan catatan aroma yang lebih kompleks dan keasaman seimbang. Selain memberikan peluang ekonomi bagi petani lokal, revitalisasi Kopi Gunung Gambar juga berkontribusi pada pelestarian budaya agrikultur Indonesia.
Ke depan, Fakultas Teknologi Pertanian UGM berencana memperluas program ini ke wilayah lain yang memiliki potensi kopi tradisional serupa, serta membangun kemitraan dengan lembaga keuangan untuk memfasilitasi akses modal bagi petani.