histats

Indonesia Memulai Pembangunan Dua Kapal Selam Kelas Scorpène

Indonesia Memulai Pembangunan Dua Kapal Selam Kelas Scorpène

Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | PT PAL Indonesia resmi memasuki fase pembangunan fisik dua unit kapal selam kelas Scorpène, menandai langkah penting dalam upaya modernisasi armada bawah air milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PAL, perusahaan galangan kapal milik negara, dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group (sebelumnya DCNS), serta dukungan teknologi dari Naval Group.

Proses produksi dimulai dengan perakitan hull utama di galangan Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan teknik fabrikasi modular yang memungkinkan efisiensi waktu dan biaya. Bagian-bagian kritis seperti sistem propulsi listrik, sonar, serta sistem kontrol tembak akan dipasok dan diintegrasikan oleh tim teknis Naval Group, memastikan standar internasional dalam hal keamanan dan performa.

Kedua kapal selam ini masing-masing memiliki panjang sekitar 67 meter, lebar 6,8 meter, dan daya jelajah mencapai 6.000 mil laut. Dilengkapi dengan torpedo heavyweight, torpedo ringan, dan rudal anti-kapal, unit ini dirancang untuk operasi anti-pesawat, anti-pengawasan, serta perlindungan zona maritim ekonomi Indonesia.

Berikut ringkasan utama terkait proyek pembangunan kapal selam ini:

  • Jumlah unit: 2 kapal selam kelas Scorpène.
  • Biaya total: Diperkirakan US$1,3 miliar (sekitar Rp19 triliun), termasuk pengiriman dan pelatihan kru.
  • Jadwal penyelesaian: Penyerahan pertama dijadwalkan pada tahun 2029, dengan unit kedua selesai pada 2030.
  • Manfaat strategis: Memperkuat kemampuan pertahanan maritim, meningkatkan keamanan jalur laut, dan memperkuat kedaulatan wilayah laut Indonesia.
  • Pengembangan industri dalam negeri: Transfer teknologi kepada PT PAL dan pemasok lokal, memperluas basis produksi militer domestik.

Pelaksanaan proyek ini juga sejalan dengan program “Indo-Submarine” yang dicanangkan pemerintah pada 2015, di mana Indonesia menandatangani kontrak pembelian dua unit Scorpène senilai US$2,1 miliar dengan opsi dua unit tambahan. Selain kapal selam buatan, proyek ini mencakup pelatihan personel, pemeliharaan berkelanjutan, serta pengembangan rantai pasokan komponen dalam negeri.

Pemerintah menegaskan pentingnya kemandirian pertahanan, terutama mengingat posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan menambah kapal selam kelas Scorpène, TNI AL diharapkan dapat menutupi celah kemampuan anti-kerah (anti-submarine warfare) serta meningkatkan kapabilitas anti-pengawasan di wilayah Natuna, Maluku, dan Papua Barat.

Secara keseluruhan, dimulainya pembangunan dua kapal selam tersebut menandakan komitmen kuat Indonesia dalam memperkuat pertahanan maritim, sekaligus mendorong pertumbuhan industri pertahanan dalam negeri melalui transfer teknologi dan pelatihan sumber daya manusia.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *