Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Seorang dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, mengingatkan bahwa sakit kepala yang berlangsung terus‑menerus tidak selamanya bersifat ringan. Menurut Dr. Dhira Atman, keluhan ini dapat menjadi sinyal awal adanya pertumbuhan sel tumor di otak, terutama bila disertai gejala lain yang mengganggu fungsi neurologis.
Gejala tambahan yang patut diwaspadai meliputi:
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
- Penglihatan kabur, berbayang atau kehilangan penglihatan sebagian
- Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh
- Kejang yang muncul tanpa riwayat epilepsi
Dokter menekankan bahwa tidak semua sakit kepala berhubungan dengan tumor otak. Namun, bila rasa nyeri muncul secara konsisten selama berminggu‑minggu, bertambah intensitas, atau tidak merespon pengobatan standar, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi lebih lanjut.
Pemeriksaan pencitraan seperti MRI atau CT scan biasanya diperlukan untuk menyingkap adanya massa abnormal di otak. Deteksi dini sangat penting, karena penanganan medis atau bedah yang dilakukan pada tahap awal memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi.
Selain itu, dokter menyarankan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko gangguan neurologis, termasuk mengatur pola tidur, menghindari stres berlebih, serta menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap stabil.